UBB ON The Road
Universitas Bangka Belitung On The Road
UBB On The Road
Mahasiswa UBB Manfaatkan Daun Mensirak Salah Satu Herbal Suku Lom Sebagai Stimulan Kematangan Gonand Ikan Cempedik
Mahasiswa UBB dan Unmuh Babel berupaya Menciptakan Desa Bahtera melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Simpang Tiga
Melalui Kegiatan PMTU, Dosen UBB Tengelamkan Artificial Reefs Berbahan FABA di Pulau Ketawai
Tim PKM-Riset UBB Ubah Tumbuhan Endemik Suku Lom Menjadi Salep yang Berkhasiat Memudarkan Bekas Luka
Tim PMTU UBB Lakukan Inovasi Bahan Dasar Rumput Laut Menjadi Gel Pengharum Ruangan Pengusir Nyamuk Melalui Pemberdayaan Masyarakat
Mahasiswa Kimia UBB Berhasil Manfaatkan Potensi Lokal Sebagai Formulasi Sediaan Plester Hidrogel
Mahasiswa Akuakultur UBB Teliti Ikan Cupang Alam Endemik dan Natif Babel
Melalui Proyek Independen, Mahasiswa UBB Ciptakan Mesin Perontok Debu Karpet Otomatis
Prodi MSP dan IKL UBB Lakukan Penelitian Besrsama di Lepar Pongok
Mahasiswa Agroteknologi UBB Lakukan Riset Potensi Mikroba Pengurai Protein yang Diisolasi dari Bulu Ayam Lapuk
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif di SDN 23 Pangkalpinang Oleh Tim MBKM Riset
Berita UBB
Pencanangan Zona Integritas, Wujudkan Perguruan Tinggi Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani
Gelar Seminar Hari Buku Nasional 2024, Himagi UBB Bangun Budaya Literasi di Era Digital
Siswa SPN POLDA Babel Kunjungi UBB
Prof Ibrahim Kembali Dilantik Menjadi Rektor UBB Periode 2024-2028
Event Genzee : Gelar Karya Proyek Mahasiswa Melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila UBB
Sosialisasikan Kampus Mengajar 8, UBB Hadirkan Langsung Pembicara dari Kementerian
UBB On The Road
Universitas Bangka Belitung On The Road
28 Juli 2008 | 03:26:42 WIB
Pinguin Purba Tak Selalu Suka Es
Pingiun identik dengan daerah dingin. Itu jika kita melihat kondisi saat ini. Padahal di masa lampau, burung yang tak bisa terbang itu lebih suka menetap di daerah yang hangat. Setidaknya itulah yang terbukti dari temuan sejumlah fosil pingiun di Peru belum lama ini.
Fosil tersebut dinamai sebagai spesies Icadyptes salasi, hidup kurang lebih 36 juta tahun silam. Hewan ini memiliki moncong panjang mirip paruh dengan tinggi tubuh lima kaki. “Jenis ini bisa langsung dikenali dengan paruhnya,” jelas Julia Clarkem palaentologis dari North Carolina State University seperti yang dikutip Reuters.
Spesies ini berukuran lebih besar disbanding dengan pingiun yang ada saat ini. Dari sejarah penemuan fosil, jenis ini adalah nomor tiga terbesar dari penguin yang pernah hidup di muka bumi. Sebelumnya sempat dijumpai fosil burung akuatik tersebut di Selandia Baru yang berusia 61 juta tahun atau tak lama setelah kepunahan dinosaurus.
Tak Selalu Dingin
Jenis pingiun terbesar yang masih hidup sekarang adalah pingiun Emperor dengan tinggi 4mpat kaki. Fosil lain yang juga dijumpa di Peru adalah jenis yang lebih kecil tapi lebih tua dari Icapdyptes, yakni Perudyptes devriesi yang hidup 42 juta tahun silam. Ukurannya sekitar 2,5-3 kaki saja, sama dengan penguin Raja yang masih hidup saat ini.
Asal tahu saja, wilayah pantai selatan Peru tempat fosil-fosil mascot Linux itu ditemukan adalah wilayah panas. Jadi ilmuwan menyimpulkan bahwa di masa lampau, pingiun lebih suka menetap di wilayah panas ketimbang dingin seperti yang kita tahu saat ini.
Banyak ilmuwan meyakini bahwa pingiun meninggalkan wilayah dingin seperti Antartika atau Selandia Baru untuk mencari kehangatan, namun memang ada spesies pinguin yang menghuni daerah hangat seperti Peru atau daerah katulistiwa seperti Kepulauan Galapagos. Riset yang melibatkan ilmuwan Peru dan Argentina ini dipublikasikan di jurnal teranyar Proceedings of the National Academy of Sciences.
Source : NetSains
UBB Perspective
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
