UBB Perspective
Universitas Bangka Belitung
Berita UBB
Pencanangan Zona Integritas, Wujudkan Perguruan Tinggi Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani
Gelar Seminar Hari Buku Nasional 2024, Himagi UBB Bangun Budaya Literasi di Era Digital
Siswa SPN POLDA Babel Kunjungi UBB
Prof Ibrahim Kembali Dilantik Menjadi Rektor UBB Periode 2024-2028
Event Genzee : Gelar Karya Proyek Mahasiswa Melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila UBB
Sosialisasikan Kampus Mengajar 8, UBB Hadirkan Langsung Pembicara dari Kementerian
UBB Sediakan 567 Daya Tampung di Jalur SMMPTN Barat Konsorsium BKS-PTN Barat
Almeera Mahasiswi Teknik Elektro UBB Berhasil Meraih Juara 3 dalam Ajang Pilmapres LLDikti II
Mahasiswa FPPK UBB Dapatkan Tips dan Trik Lulus Tepat Waktu dari Motivator Nasional
Grand Launching SMMPTN Barat 2024, Berikan Kemudahan Memilih Tempat Tes
569 Peserta UTBK-SNBT UBB Berjuang di Sub Tes Belitung
Sebanyak 3232 Peserta Ikuti UTBK-SNBT di UBB, Panitia Terapkan Pemeriksaan Berlapis
Syindy Memilih Mundur Mengikuti UTBK-SNBT di Kampus Terpadu UBB
Hari Pertama UTBK-SNBT UBB 2024 Berjalan Lancar
Prof Delianis Minta Jaga Kelestarian Mangrove, Nilai Ekologis dan Komersialnya Sangat Tinggi
UBB dan BPS Provinsi Babel, Jalin Sinergi Melalui Nota Kesepahaman
Dialog Publik Kementerian Agama RI dan UBB, Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan
Ambil Tema “18 Tahun Berpacu, Dengan BLU Melaju” UBB Gelar Dies Natalis
Usai Libur Panjang Idul Fitri 1445 H, Pimpinan UBB Silaturahmi ke Fakultas dan Unit Kerja
Mahasiswa UBB Sukses Raih Beasiswa Studi Di Universiti Kebangsaan Malaysia Melalui IISMA 2024
Tingkatkan APK Perguruan Tinggi, UBB Lakukan Shearing Season Bersama Kepala Sekolah Se-Bangka
UBB BUKA JALUR HAFIZH QUR’AN, KETUA OSIS, DAN PRAMUKA GARUDA
UBB Umumkan 935 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2024, Jangan Lupa Registrasi Ulang ya!
Bazar Ramadhan UBB, Hadirkan Aneka Jajanan Berbuka dan Berbagai Macam Kegiatan
Sapu Bersih Suara Menteri dan Senat, Ibrahim Kembali Akan Pimpin UBB
Rektor UBB Sampaikan Materi Sosialisasi Soft Launching SMM-PTN Barat
BKS-PTN Wilayah Barat tahun 2024, Lakukan Soft Launching Seleksi Mandiri
Wisuda 274 Mahasiswa, Ini Pesan Rektor UBB
Terima Kunjungan SMAN 1 Simpang Rimba, Rektor UBB Berikan Motivasi Pentingnya Kuliah
Bakal Calon Rektor UBB Periode 2024-2028 Sampaikan Visi Misi dan Program Kerja
UBB dan Bawaslu Kabupaten Bangka Lakukan Penandatanganan MoU
UBB Kukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama
Rektor: Wujudkan Misi UBB Melalui AnuMeka
Rektor UBB Lantik Ormawa Terpilih Periode 2024-2025
Pendaftaran IISMA 2024 Dibuka! UBB Beri Bantuan Biaya Tes Hingga Beragam Fasilitas Pendampingan Bagi Mahasiswa UBB
LPPM UBB Laksanakan Evaluasi MBKM
Memasuki Tahun Baru 2024, Pimpinan UBB Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Fakultas dan Unit Kerja di Hari Pertama Kerja
PTUN Tolak Gugatan Eks Pegawai UBB
Pasarkan Produk Desa Simpang Tiga Secara Online, Bina Desa UBB Luncurkan e-Commerce
Transformasi Menjadi BLU, UBB Gelar Rapat Koordinasi UBB BLU 2024
Menjadi 5 Besar Kampus Informatif Nasional 2023, Rektor UBB Terima Penghargaan di Istana Wakil Presiden RI
UBB Peroleh 8 Penghargaan di Anugerah Diktiristek 2023
Lapangan Sepakbola UBB Kembali Dibuka, Dosen dan Tendik Gotong Royong Bersama
Pepelingasih Babel Bersama Mahasiswa UBB Ajak Ciptakan Kampus Hijau
UBB Expo 2023, Tumbuh Kembang Inovasi Penelitian, Pengabdian dan MBKM Menuju Tridharma Berdaya Guna
LPPM UBB adakan Talkshow Penelitian, Pengabdian dan MBKM
UBB dan MKKS on Camp, Upaya Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana
Melalui Program Kodam Masuk Kampus, Pangdam II Sriwijaya adakan Kuliah Umum di UBB
Optimalkan Pendataan Mahasiswa Berprestasi: UBB Gelar Workshop Penguatan IKU 2
Workshop Penguatan Kinerja IKU 2, UBB Upayakan Penguatan Pengelolaan dan Pengembangan Program MBKM
Rektor UBB Lakukan Pelepasan Peserta PIMNAS ke-36 dan Abdidaya Ormawa
Artikel UBB
Universitas Bangka Belitung's Article
22 Desember 2021 | 04:33:35 WIB
TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA
Ditulis Oleh : Dwi Haryadi (Dosen Fakultas Hukum UBB)

Seolah adegan film perang dimasa lalu ada ratusan armada laut yang bersusun lengkap dengan pasukan dan bombardir yang jangkauan tembakannya bisa meluluhlantakan pulau yang menjadi target. Bedanya, yang terjadi dilaut Munsang Sijuk, Belitung, ada puluhan ponton TI Rajuk yang mengganggu kejernihan birunya laut, jadi ancaman bagi pesona terumbukarang, terganggunya zona tangkapan nelayan, potensi melebar kekawasan wisata, pemicu konflik horisontal antara nelayan, penambang dan pelaku wisata.
Mengutip Teori Kriminologi Routine Activity milik Felson dan Cohen, bahwasanya kriminalitas itu normal dan dan bergantung pada kesempatan-kesempatan yang tersedia. Teori ini berdiri di atas tiga argumentasi, yakni motivated offenders, suitable targets and the absence of capable guardians. Mari cerna satu persatu tiga argumentasi di atas terhadap yang terjadi dipesisir Munsang.
Pertama, motivasi pelaku. Bicara motivasi tentu alasan ekonomi, perut, minim lapangan pekerjaan dan kawan-kawannya selalu muncul dibelakang tambang ilegal. Ekonomi jadi kambing hitam klasik tetapi tetap hadir sebagai penyebab kejahatan diabad digital. Bahkan oleh beberapa pihak ada yang coba membenarkannya sebagai rational choice atau pilihan rasional hari ini dan bawa-bawa dampak pandemi. Jangan-jangan pembenaran itu hanya jalan pintas, jalur pragmatisme ditengah pemimpin belum optimal menggenjot sumberdaya lain yang ada dan jadi sumber ekonomi warganya. Tapikan timah juga anugerah yang Kuasa untuk kita. Betul, tetapi syarat dan ketentuan berlaku. Menambang sesuai zonanya, berizin, terapkan K3, bayar pajak/royalty dengan sungguh-sungguh, lakukan serius reklamasi dan harus mensejahterakan semuanya. Jangan segelintir saja. Disaat laut Belitung sudah dicatat dengan tinta emas sebagai zero tambang, artinya jadi komitmen bersama. Semuanya, tidak boleh ada satu mahklukpun yang mengganggunya. Jika ada, maka harus siap berhadapan dengan suara-suara kritis yang tidak akan pernah diam. Komitmen kuat ini harus terus terjaga demi lestarinya laut kita.
Kembali keurusan perut tadi, motivasi pelaku menurut Felson dan Cohen sebenarnya tidak lagi berbasis pada kemiskinan, pengangguran dan lain-lain yang selama ini sering kita bicarakan. Tetapi lebih kepada melihat kesempatan yang ada di depan mata seperti laut yang membentang dengan timah didalamnya, wilayah yang jauh dari jangkauan publik, imbalan yang seimbang, sarana prasarana yang tersedia, BBM yang mudah, dan lain sebagainya. Kemudian, yang harus kita sadari juga, urusan perut akar rumput yang selalu digambar gemborkan itu sesungguhnya hanya kamuflase guna kepentingan ekonomi elit/pemodal. Kenapa demikian, karena tidak mungkin hasil TI Rajuk langsung diekspor oleh saudara-saudara kita penambang, tetapi ia berlanjut ke tangan demi tangan berikutnya sehingga sampailah ia kenegri orang dengan harga yang berlipat-lipat. Jadi bicara motivasi pelaku, jangan putus dilevel penambang tetapi juga motivasi yang menjadi penampung dan seterusnya dihilir.
Kedua, target yang tepat. Selalu ada rasionalisasi bahwa yang ada diperut bumi ini bisa kita eksploitasi semuanya. Akibatnya timah yang melimpah dilaut karena sudah habis didarat menjadi target yang tepat. Dimanapun, kapanpun, digali dan digali, termasuk dikawasan Hutan Lindung Pantai di Munsang ini. Kawasan reklamasi pun tidak luput digali lagi. Dengan pembenaran tersebut, ditambah sebagai penganut antroposentris dimana kepentingan manusia lebih utama dari sekitarnya termasuk lingkungan, maka sah-sah saja eksploitasi dilakukan dengan mengabaikan lingkungan. Target yang tepat juga terjadi karena harga timah yang melambung dan lokasinya jauh dari perhatian publik. Padahal diera dunia maya, apa yang terjadi dilubang semut pun kita bisa dengan cepat viral. Oleh karenanya, kontrol publik sangat penting. Karena lengah sedikit menjadi pembuka kesempatan melakukan pelanggaran/kejahatan.
Ketiga, ketidakhadiran atau lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dari pihak yang berwenang. Lemahnya aspek ini akan menjadi pemicu yang luar biasa kriminalitas dan bisa mengarah kepada masyarakat tanpa norma. Disaat tidak ada penegakan hukum terhadap kriminalitas sekecil apapun maka sama saja membiasakan yang salah menjadi benar. Hari ini di Munsang dan besok bisa dimana-mana. Syukurnya ada respon cepat dari tim gabungan yang langsung datang kelokasi meskipun hanya menemukan beberapa mesin dan areal bekas tambang yang merusak kawasan hutan bakau tanpa ada satupun pelaku yang ditangkap. Kita apresiasi, namun tentu tidak cukup sampai disitu. Kiranya tidak sulit ya pagi penegak hukum dan kita sangat percaya dengan kemampuannya untuk menemukan penambang termasuk menyentuh aktor-aktor dibelakangnya. Komitmen pemerintah daerah dan penegak hukum penting agar hal serupa tidak terulang, sehingga kasus Munsang jadi yang pertama dan terakhir di laut Belitung. Jikapun kedua faktor diatas, motivasi pelaku dan target yang tepat selalu muncul sesuai dinamika sosial masyarakat, namun dengan komitmen pemerintah daerah, penegakan hukum dan konstrol sosial dari publik yang kuat maka faktor pemicu yang ketiga sudah tidak ada dan kasus Munsang-Munsang berikutnya tidak berani lagi menunjukan batang hidungnya.
UBB Perspective
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM
Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi
Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru
Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi
PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)
Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan
PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA
Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi
Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan
SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?
KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA
Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus
Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai
Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi
Hybrid Learning dan Skenario Terbaik
NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN
Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu
PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN
Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi
Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital
Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB
Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai
ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)
PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit
NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU
Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???
Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers
POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN
Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka
Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu
Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka
