UBB On Youtube
Download
ibrahimofficial.ubb.ac.id
Tulisan Dari Website Rektor UBB
Postingan Rektor (Poster) 2 : MEMBANGUN DI ERA DISRUPSI, BERKARYA DI MASA PANDEMI
Sebenarnya, jauh sebelum Covid, transformasi ke hybrid learning sudah lama digaungkan, katakanlah oleh para visioner dan pendobrak teknologi, agar menggeser orientasi pembelajaran kita menjadi lebih mudah dan murah. Covid menurut saya hanya mempercepatnya, bukan faktor penyebab.
Bagi UBB, beberapa yang disadari adalah soal akses terhadap pembelajaran online yang perlu diperkuat. Mungkin lebih dari 10 kali diadakan rapat pimpinan bolak-balik membahas perbaikan dan mutu layanan di e-akademik UBB yang memang sudah ada sebelum Pandemi. Jangka pendek yang kita lakukan adalah pelatihan terhadap dosen pada aplikasi yang sudah ada, lalu peningkatan kapasitas server dan upgrade processor di e-akademik, dan terakhir ini kita putuskan untuk migrasi provider layanan pembelajaran online yang efektif akan mulai berlaku pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022 ini, dengan pemberlakuan awal bagi mahasiswa baru 2021.
90 HARI (PERTAMA) WORK FROM OFFICE
Selasa siang, kalau ditarik mundur dari 2 hari pelantikan, kira-kira tanggal 14 April 2020. Saya memang sedang merencanakan diskusi ringan dengan beberapa teman dosen, ketika telepon kecil saya berdering dan diujung sana ada Pak Eva, Ketua Senat UBB dengan suara agak terburu-buru berkata ‘Bapak dimane, ade hal penting yang mungkin kurang nyamen ne barusan ku terima dari Dikti.
Sesuai kelaziman, Rencana Strategis Universitas untuk 4 tahun ke depan sedang disusun. Pak Jum, Ketua LP3M, menjadi garda terdepan. Saya pun sudah berdiskusi panjang dengan beliau untuk mengintegrasikan visi, misi, dan program kerja rektor dengan Renstra yang sedang disusun. Tentu saja, kontekstualisasi dengan visi, misi, dan roadmap pengembangan UBB menjadi rujukan utama. Linieritas ini menjadi penting untuk memantapkan arah UBB. Bertempat di saung samping FPPB, sudah ditandatangani juga kontrak kinerja antara rektor dan para dekan yang akan memandu capaian kinerja untuk tahun 2020. Dan, penyesuaian atas pandemi Covid mendorong penyesuaian kegiatan;
Update Terbaru
Website UBB
Agenda UBB
Pengumuman UBB
Berita UBB
Artikel & Opini UBB
Link Penting
Website UBB
- Indonesia
- English
Berita Universitas Bangka Belitung
Berita UBB
Pencanangan Zona Integritas, Wujudkan Perguruan Tinggi Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani
Gelar Seminar Hari Buku Nasional 2024, Himagi UBB Bangun Budaya Literasi di Era Digital
Siswa SPN POLDA Babel Kunjungi UBB
Prof Ibrahim Kembali Dilantik Menjadi Rektor UBB Periode 2024-2028
Event Genzee : Gelar Karya Proyek Mahasiswa Melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila UBB
Sosialisasikan Kampus Mengajar 8, UBB Hadirkan Langsung Pembicara dari Kementerian
UBB Sediakan 567 Daya Tampung di Jalur SMMPTN Barat Konsorsium BKS-PTN Barat
Almeera Mahasiswi Teknik Elektro UBB Berhasil Meraih Juara 3 dalam Ajang Pilmapres LLDikti II
Mahasiswa FPPK UBB Dapatkan Tips dan Trik Lulus Tepat Waktu dari Motivator Nasional
Grand Launching SMMPTN Barat 2024, Berikan Kemudahan Memilih Tempat Tes
569 Peserta UTBK-SNBT UBB Berjuang di Sub Tes Belitung
Sebanyak 3232 Peserta Ikuti UTBK-SNBT di UBB, Panitia Terapkan Pemeriksaan Berlapis
Syindy Memilih Mundur Mengikuti UTBK-SNBT di Kampus Terpadu UBB
Hari Pertama UTBK-SNBT UBB 2024 Berjalan Lancar
Prof Delianis Minta Jaga Kelestarian Mangrove, Nilai Ekologis dan Komersialnya Sangat Tinggi
UBB dan BPS Provinsi Babel, Jalin Sinergi Melalui Nota Kesepahaman
Dialog Publik Kementerian Agama RI dan UBB, Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan
Ambil Tema “18 Tahun Berpacu, Dengan BLU Melaju” UBB Gelar Dies Natalis
Usai Libur Panjang Idul Fitri 1445 H, Pimpinan UBB Silaturahmi ke Fakultas dan Unit Kerja
Mahasiswa UBB Sukses Raih Beasiswa Studi Di Universiti Kebangsaan Malaysia Melalui IISMA 2024
Tingkatkan APK Perguruan Tinggi, UBB Lakukan Shearing Season Bersama Kepala Sekolah Se-Bangka
UBB BUKA JALUR HAFIZH QUR’AN, KETUA OSIS, DAN PRAMUKA GARUDA
UBB Umumkan 935 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2024, Jangan Lupa Registrasi Ulang ya!
Bazar Ramadhan UBB, Hadirkan Aneka Jajanan Berbuka dan Berbagai Macam Kegiatan
Sapu Bersih Suara Menteri dan Senat, Ibrahim Kembali Akan Pimpin UBB
Rektor UBB Sampaikan Materi Sosialisasi Soft Launching SMM-PTN Barat
BKS-PTN Wilayah Barat tahun 2024, Lakukan Soft Launching Seleksi Mandiri
Wisuda 274 Mahasiswa, Ini Pesan Rektor UBB
Terima Kunjungan SMAN 1 Simpang Rimba, Rektor UBB Berikan Motivasi Pentingnya Kuliah
Bakal Calon Rektor UBB Periode 2024-2028 Sampaikan Visi Misi dan Program Kerja
UBB dan Bawaslu Kabupaten Bangka Lakukan Penandatanganan MoU
UBB Kukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama
Rektor: Wujudkan Misi UBB Melalui AnuMeka
Rektor UBB Lantik Ormawa Terpilih Periode 2024-2025
Pendaftaran IISMA 2024 Dibuka! UBB Beri Bantuan Biaya Tes Hingga Beragam Fasilitas Pendampingan Bagi Mahasiswa UBB
LPPM UBB Laksanakan Evaluasi MBKM
Memasuki Tahun Baru 2024, Pimpinan UBB Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Fakultas dan Unit Kerja di Hari Pertama Kerja
PTUN Tolak Gugatan Eks Pegawai UBB
Pasarkan Produk Desa Simpang Tiga Secara Online, Bina Desa UBB Luncurkan e-Commerce
Transformasi Menjadi BLU, UBB Gelar Rapat Koordinasi UBB BLU 2024
Menjadi 5 Besar Kampus Informatif Nasional 2023, Rektor UBB Terima Penghargaan di Istana Wakil Presiden RI
UBB Peroleh 8 Penghargaan di Anugerah Diktiristek 2023
Lapangan Sepakbola UBB Kembali Dibuka, Dosen dan Tendik Gotong Royong Bersama
Pepelingasih Babel Bersama Mahasiswa UBB Ajak Ciptakan Kampus Hijau
UBB Expo 2023, Tumbuh Kembang Inovasi Penelitian, Pengabdian dan MBKM Menuju Tridharma Berdaya Guna
LPPM UBB adakan Talkshow Penelitian, Pengabdian dan MBKM
UBB dan MKKS on Camp, Upaya Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana
Melalui Program Kodam Masuk Kampus, Pangdam II Sriwijaya adakan Kuliah Umum di UBB
Optimalkan Pendataan Mahasiswa Berprestasi: UBB Gelar Workshop Penguatan IKU 2
Workshop Penguatan Kinerja IKU 2, UBB Upayakan Penguatan Pengelolaan dan Pengembangan Program MBKM
Rektor UBB Lakukan Pelepasan Peserta PIMNAS ke-36 dan Abdidaya Ormawa
UBB's Civitas Today
Universitas Bangka Belitung's News
24 April 2008 WIB
Membedah Problem Scholarship
Dirjen Dikti, dr. Fasli Jalal, Ph.D dan Direktur Kelembagaan Dikti, Prof.
Ir.Supeno Djanali, MSc. Ph.D, Selasa (22/04) melakukan pertemuan dengan
beberapa institusi pendidikan internasional yang selama ini bekerja
menfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk studi ke luar negeri. Pertemuan
ini diinisiasi sebagai ajang “silaturrahmi” institusi terkait dengan
dirjen dikti. Dirjen ingin mendengarkan program-program, apa tantangan dan
apa masalah yang mereka hadapi selama ini dan kira-kira apa yang bisa
dikerjasamakan dengan dikti. Beberapa institusi yang hadir adalah
Australian Educational Center (AEC), Australian Education International
(AEI), Campus France, DAAD, Ford Foundation, France Embassy, IALF, IDP
Education Australia, Japan Student Service Organization (JASSO), NESO, New
Zealand Embassy, dan IIEF. Masing-masing lembaga menghadirkan para
direktur, representative, chief executive officernya masing-masing dalam
pertemuan ini.
“kami hadir di sini secara bersama, untuk menunjukkan bahwa diantara kami
tidak saling mendahului. Ini adalah simbol kebersamaan”, kata Irid Agoes,
Direktur IIEF.
Sebelumnya Dirjen Dikti memberikan gambaran secara garis besar, apa yang
menjadi tantangan Indonesia dalam bidang pendidikan, terutama dalam
strata pendidikan tinggi. Saat ini kata dirjen, kapasitas pendidikan
tinggi negeri di Indonesia sangat terbatas, program studi science masih
kurang, banyak investor lebih memilih tenaga ekspatriat, masih terbatasnya
fakultas kedokteran, rendahnya mutu lulusan perguruan tinggi, serta
sulitnya para lulusan itu mau bekerja di pedesaan, rendahnya APK
pendidikan tinggi Indonesia dibandingkan dengan Negara-negara Asia
Tenggara dan ASIA dan besarnya gap APK pendidikan tinggi secara regional,
dan rata-rata mahasiswa Program S 3 dalam negeri kesusahan dalam mencari
beasiswa untuk membiayai riset studi mereka.
Semua institusi menjelaskan apa yang menjadi program mereka masing-masing
dalam pemberian beasiswa. Dijelaskan siapa yang menjadi sasaran program,
program studi apa yang lebih prioritas, dengan perguruan tinggi mana saja
mereka telah membangun kerjasama di Indonesia. DAAD misalnya memiliki
program beasiswa khusus untuk anak-anak yang terkena Bencana Tsunami.
Mereka juga memprioritaskan program untuk kelompok marginal dan kaum
perempuan.
Yang menarik lagi adalah Campus France menawarkan program dan kerjasama
beasiswa di bidang tourism, disamping program manajemen, permesinan dan
disainer. Program ini tentu menarik karena studi pariwisata di Indonesia
belum berdiri dengan kokoh dalam satu fakultas tersendiri. Program
pariwisata ada di fakultas Manajemen, ada juga dibawah fakultas Ekonomi
dan sebagainya. Setali tiga uang DAAD juga tertarik dalam bidang
pariwisata ini.
New Zealand Embasy dalam konteks pendidikan telah membangun kerjasama
dengan UI, UGM, dan UIN Syarif Hidayatullah. Peter Fa’alun, second
secretary di New Zealand Embasy menyebutkan bahwa dia berkeinginan untuk
melebarkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan
ini. Untuk saat sekarang beasiswa baru terbatas pada bidang ekonomi.
Salah satu problem yang dirasakan oleh lembaga pendidikan internasional
ini adalah rendahnya kualitas bahasa inggris calon mahasiswa Indonesia
yang mau belajar keluar. Sehingga tidak sedikit diantara lembaga
Internasional ini harus menambah satu tahun/program remedial khusus untuk
persiapan bahasa saja.
Padahal hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki pusat bahasa
yang sedianya bisa menjadi ajang persiapan bahasa bagi calon mahasiswa.
Dan sebelum memasuki pendidikan tinggi, mereka juga sudah belajar bahasa
Inggris mulai dari strata terbawah. Pertanyaannya adalah di mana
sebetulnya peranan guru bahasa Inggris dan bagaimana peta kemampuan
guru-guru bahasa Inggris kita.
Geoffrey Crewes, Chief Executive Officer IALF menyebut sebetulnya mereka
telah memulai membangun kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan
tinggi di Indonesia, seperti IAIN Surabaya dan IAIN Lombok dalam program
teacher training project. Mereka mencoba menaikkan kemampuaan dan
penguasaan guru/dosen bahasa Inggris dalam mengajar. Menurutnya, salah
satu kendala terbesar mereka adalah problem jarak antara wilayah di
Indonesia. Bagaimana caranya kita membuka program yang sama di Irian Jaya,
hingga saat ini kami kesulitan menyediakan teacher training di sana, kata
Geoffrey.
Untuk mempertajam analisa terhadap beberapa isu yang sudah dibicarakan
ini, Dirjen meminta kepada lembaga pemberi layanan beasiswa ini untuk
menggelar workshop per tematik secara bersama-sama. Diharapakan dua bulan
dari sekarang proposalnya sudah selesai disiapkan. Pertama, workshop
khusus membahas dan menganalisa tentang beasiswa dengan segala
problemanya. Kedua, workshop yang membahas tentang English Teacher
Training. Ketiga, workshop dengan focus pada isu tourism. Keempat,
politeknik vocational. Kelima, workshop dengan pembahasan pada tema
agricultural.
Selain itu, disepakati akan terus diadakan pertemuan rutin dua bulan
sekali antara institusi pendidikan internasional ini (ditambah dengan
lembaga lain yang bergerak di bidang yang sama) dan Dirjen Dikti. Dari
pertemuan ini diharapkan semakin efektifnya sosialisasi dan pemberian
beasiswa di Indonesia. Dalam pertemuan selanjutnya Dirjen akan membawa
stakeholder lain untuk terlibat dalam diskusi ini nantinya, misalnya para
rector seluruh Indonesia. Semoga banyak putra-putri Indonesia bisa
mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik di
dunia.
source : https://www.dikti.go.id/
By Irwandi.
UBB Perspective
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM
Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi
Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru
Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi
PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)
Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan
PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA
Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi
Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan
SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?
KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA
Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus
Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai
Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi












